Kamis, 17 Februari 2011

Inseminasi Buatan : by Aden Riangga

Definisi
Apa yang dimaksud Inseminasi Buatan?           
           Inseminasi buatan adalah proses bantuan reproduksi di mana sperma disuntikkan dengan kateter ke dalam vagina (intracervical insemination) atau rahim (intrauterine insemination) pada saat calon ibu mengalami ovulasi menggunakan metode dan alat khusus yang disebut ‘insemination gun’. Proses inseminasi buatan berlangsung singkat dan terasa seperti pemeriksaan papsmear. Dalam dua minggu, keberadaan janin sudah bisa dicek dengan tes kehamilan. Bila gagal, prosesnya bisa diulang beberapa kali sampai berhasil. (Umumnya bila setelah 3-6 siklus tidak juga berhasil, dokter akan merekomendasikan metode bantuan reproduksi lainnya)
            Untuk meningkatkan peluang keberhasilan–seperti halnya pada proses bayi tabung calon ibu yang akan menjalani inseminasi buatan dirangsang kesuburannya dengan hormon dan obat-obatan lainnya. Pemberian rangsangan ini dimulai pada awal siklus menstruasi agar pada saat ovulasi indung telur menghasilkan beberapa telur yang matang (dalam keadaan normal, hanya satu telur yang dilepaskan per ovulasi). Sperma yang diinjeksi melalui kateter juga diproses terlebih dahulu agar terseleksi dan terkonsentrasi, sehingga kualitasnya baik dan jumlahnya cukup.
            Inseminasi buatan bisa membantu kehamilan bila:
l      Istri memiliki alergi sperma
l      Suami memiliki jumlah sperma sedikit atau kurang gesit
l      Sebab-sebab lain yang tidak dapat diketahui

Langkah-Langkah Inseminasi Buatan
Bagaimana cara Inseminasi buatan dilakukan?              
            Dalam melakukan fertilisasi-in-virto transfer embrio (inseminasi buatan) dilakukan dalam tujuh tingkatan dasar yang dilakukan oleh petugas medis, yaitu :
1. Istri diberi obat pemicu ovulasi yang berfungsi untuk merangsang indung telur mengeluarkan sel telur yang diberikan setiap hari sejak permulaan haid dan baru dihentikan setelah sel-sel telurnya matang.
2. Pematangan sel-sel telur sipantau setiap hari melalui pemeriksaan darah Istri dan pemeriksaan ultrasonografi.
3. Pengambilan sel telur dilakukan dengan penusukan jarum (pungsi) melalui vagina dengan tuntunan ultrasonografi.
4. Setelah dikeluarkan beberapa sel telur, kemudian sel telur tersebut dibuahi dengan sel sperma suaminya yang telah diproses sebelumnya dan dipilih yang terbaik.
5. Sel telur dan sperma yang sudah dipertemukan di dalam tabung petri kemudian dibiakkan di dalam lemari pengeram. Pemantauan dilakukan 18-20 jam kemudian dan keesokan harinya diharapkan sudah terjadi pembuahan sel
6. Embrio yang berada dalam tingkat pembelahan sel ini. Kemudian diimplantasikan ke dalam rahim istri. Pada periode ini tinggal menunggu terjadinya kehamilan.
7. Jika dalam waktu 14 hari setelah embrio diimplantasikan tidak terjadi menstruasi, dilakukan pemeriksaan air kemih untuk kehamilan, dan seminggu kemudian dipastikan dengan pemeriksaan ultrasonografi. 

Dampak Positif
 Apa saja dampak positif dari Inseminasi Buatan?
l      Menghemat biaya pemeliharaan ternak jantan
l      Dapat mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik
l      Mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina (inbreeding)
l      Dengan peralatan dan teknologi yang baik spermatozoa dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama
l      Semen beku masih dapat dipakai untuk beberapa tahun kemudian walaupun pejantan telah mati
l      Menghindari kecelakaan yang sering terjadi pada saat perkawinan karena fisik pejantan terlalu besar
l      Menghindari ternak dari penularan penyakit terutama penyakit yang ditularkan dengan hubungan kelamin

Dampak Negatif
 Apa saja dampak negatif dari Inseminasi Buatan?
l      Apabila identifikasi dirahi (estrus) dan waktu pelaksanaan IB tidak tepat maka tidak akan terjadi kebuntingan
l      Akan terjadi kesulitan kelahiran (distokia), apabila semen beku yang digunakan  berasal dari pejantan dengan breed / turunan yang besar dan diinseminasikan pada sapi betinaketurunan / breed kecil
l      Bisa terjadi kawin sedarah (inbreeding) apabila menggunakan semen beku dari pejantan yang sama dalam jangka waktu yang lama
l      Dapat menyebabkan menurunnya sifat-sifat genetic yang jelek apabila pejantan donor tidak dipantau sifat genetiknya dengan baik (tidak melalui suatu progeny test)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar